Home

Rujak Soto PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 08 October 2007
“Sing koyo ring Banyuwangi rujak akeh macemme…..” (Tidak seperti di Banyuwangi rujak banyak macamnya), demikianlah syair sebuah lagu Banyuwangian yang populer pada awal tahun tujuh puluhan. Lagu tersebut menggambarkan betapa banyaknya ragam makanan di Banyuwangi, khususnya makanan rujak.Ada rujak janganan, rujak cingur, rujak ramonan, rujak kecut dlsb.

Uniknya, pada saat lagu tersebut diciptakan, yang namanya rujak soto belum popular dan belum masuk dalam syair lagu. Rujak soto mulai banyak dikenal sekitar tahun Delapan Puluhan dan pada saat ini sudah banyak dijual tidak hanya di Banyuwangi tapi juga di daerah lain di Jawa Timur.


Dari namanya, rujak soto merupakan “pengembangan” dari rujak-rujak yang sudah ada yaitu kombinasi rujak cingur plus soto babat.Sudah barang tentu, bumbu yang beraroma rujak akan bertemu dengan bumbu soto plus kuahnya.Bagi mereka yang jarang makan rujak memang sulit dibayangkan rasa makanan tersebut, namun bagi warga Banyuwangi, seperti “kehilangan sesuatu” kalo pas pulang kampung tidak mencicipi rujak soto.Pada saat ini, rujak soto sebagai salah satu obyek wisata kuliner di Banyuwangi selain nasi tempong serta warung-warung “Sea Food” yang berserakan sepanjang pantai Banyuwangi dengan berbagai ikan bakar yang segar dan murah-meriah.

Last Updated ( Tuesday, 10 June 2008 )
 
< Prev